GEOLOGI
DAN BUMI
GEOLOGI
A.
Pengertian geologi
Geologi adalah studi tentang bumi
termasuk material penyusunnya, perubahan fisika dan kimia yang terjadi di
permukaan dan di dalamnya (bawah permukaan), sejarah planet dan
pembentukannya.
Material Penyusun Bumi
Gambar 1. Earth Radius (modified from Google Earth)
Radius bumi adalah 6370 Km. Sebagian
besar bumi tersusun atas batuan-batuan. Batuan terbentuk atas mineral-mineral.
. Ahli-ahli Geologi juga mengeksplorasi sumber daya- sumber daya yang
dibutuhkan dunia teknologi: bahan bakar fosil seperti batu bara, minyak bumi,
dan gas alam; sumber daya mineral seperti logam; sand dan gravel, dan
fertilizers.
Sebagian besar bumi adalah batuan,
dikelilingi oleh hidrosfer, biosfer, dan atmosfer. Hidrosfer termasuk air di sungai,
tanah basah, danau, dan lautan, air di atmosfer, dan membeku di glasier,
termasuk air tanah yang terdapat pada tanah dan batuan di kedalaman
kurang dari 2 Km.
Atmosfer adalah lapisan bumi yang tersusun atas
gas-gas, sebagian besar adalah nitrogen dan oksigen. 99% terkonsentrasi 30 Km
di permukaan bumi, tapi ada sedikit sekitar 10.000 Km di atas permukaan.
Biosfer adalah zona tipis di dekat
permukaan yang dihuni oleh kehidupan. Biosfer termasuk bagian bumi paling atas,
hidrosfer, dan sedikit bagian atmosfer
Paleontologis adalah ahli geologi
yang mempelajari evolusi dan sejarah kehidupan melalui penjelasan tentang fosil
dan bukti yang terawetkan pada batuan dan sedimen
B. Proses-Proses Geologi
Proses-proses geologi adalah semua aktivitas yang terjadi di
bumi baik yang berasal dari dalam bumi (endogen) maupun yang berasal dari luar
bumi (eksogen).
1.
Tenaga Endogen
Gaya endogen adalah gaya yang berasal dari dalam bumi. Gaya
yang berasal dari dalam bumi dapat berupa gempabumi, magmatisme, volkanisme,
orogenesa dan epirogenesa. Aktivitas Tektonik adalah aktivitas yang berasal
dari pergerakan lempeng-lempeng yang ada pada kerak bumi (lithosphere). Hasil
dari tumbukan antar lempeng dapat menghasilkan gempabumi, pembentukan
pegunungan (orogenesa), dan aktivitas magmatis/aktivitas gunungapi (volcanism).
Aktivitas magmatis adalah segala aktivitas magma yang berasal dari dalam bumi.
2.
Tenaga Eksogen
Gaya eksogen adalah gaya yang
dipengaruhi oleh energi matahari dan gaya tarik bumi (gravitasi). Adapun proses
proses yang dipengaruhi oleh gaya eksogen adalah pelapukan, erosi, mass
wasting(perubahan massa) dan sedimentasi.
C.
Bahaya geologi
Proses-proses geologi baik yang bersifat endogenik maupun
eksogenik dapat menimbulkan bahaya bahkan bencana bagi kehidupan manusia.
Bencana yang disebabkan oleh proses-proses geologi disebut dengan bencana
geologi. Longsoran Tanah, Erupsi Gunungapi, dan Gempa bumi adalah contoh-contoh
dari bahaya geologi yang dapat berdampak pada aktivitas manusia di berbagai
wilayah di muka bumi.
Berdasarkan catatan, bencana yang
diakibatkan oleh bahaya geologi yang terjadi di berbagai belahan dunia
meningkat secara tajam, baik dalam tingkat dan frekuensi kejadiannya dan secara
statistik jumlah korban jiwa dan harta benda juga meningkat. Berdasarkan
catatan BAKORNAS, bencana yang melanda Indonesia dari tahun ke tahun menunjukan
peningkatan yang cukup signifikan. Selama periode 2003 – 2005 telah terjadi
1.429 bencana, baik yang disebabkan oleh bencana geologi maupun bencana
hidro-meteorologi.
Gaya eksogen adalah gaya yang
dipengaruhi oleh energi matahari dan gaya tarik bumi (gravitasi). Adapun proses
proses yang dipengaruhi oleh gaya eksogen adalah pelapukan, erosi, mass
wasting(perubahan massa) dan sedimentasi.
Uniformitarisme
dan Katastropisme
James Hutton adalah seorang
petani yang tinggal di Skotlandia akhir 1700-an. Meskipun dilatih sebagai
seorang dokter, dia tidak pernah praktek pengobatan malah beralih ke Geologi.
Hutton memformulasikan prinsip yang dikenal dengan Uniformitarisme. Prinsip ini
menyatakan bahwa perubahan geologi terjadi dalam periode waktu yang sangat lama
melalui urutan peristiwa yang hampir tidak terasa. Hutton menduga proses
geologi yang berlangsung sekarang juga berlangsung di masa lampau. Ide ini
dikenal dengan The present is
the key to the past.
William
Whewell yang
juga seorang ahli geologi mengatakan perubahan geologi kadang-kadang
berlangsung sangat cepat. Dia menulis bahwa geologi masa lampau bisa jadi
mengalami kala serangan hebat dan bencana (catastropic),
yang terjadi antara periode tenang.
Saat ini, ahli-ahli geologi tahu bahwa
Uniformitarisme-nya Hutton dan Katatropisme-nya Whewell keduanya benar. Pada
saat waktu geologi yang lama dan lambat, proses uniformitarisme adalah
signifikan terjadi tapi mustahil peristiwa katatropis yang sangat radikal
berlangsung pada perubahan yang lambat.
Contoh perubahan gradual (berangsur-angsur) dalam sejarah bumi yaitu migrasi Amerika Utara sejauh 8 meter ke arah barat. Jarak ini dapat ditempuh oleh seorang pelari cepat dalam 1 detik. Perpindahan benua sangat lambat dan tidak dapat dideteksi kecuali oleh instrumen yang sensitif.
Contoh perubahan Katastropik (bencana) dalam sejarah bumi yaitu meteorit raksasa yang menghantam bumi. Penguapan dalam volume yang sangat besar dari batuan dan menyebarkan awan debu tebal di atas langit.
Contoh perubahan gradual (berangsur-angsur) dalam sejarah bumi yaitu migrasi Amerika Utara sejauh 8 meter ke arah barat. Jarak ini dapat ditempuh oleh seorang pelari cepat dalam 1 detik. Perpindahan benua sangat lambat dan tidak dapat dideteksi kecuali oleh instrumen yang sensitif.
Contoh perubahan Katastropik (bencana) dalam sejarah bumi yaitu meteorit raksasa yang menghantam bumi. Penguapan dalam volume yang sangat besar dari batuan dan menyebarkan awan debu tebal di atas langit.
BUMI
Pengertian Bumi beserta Struktur Lapisan Bumi
Bumi
telah terbentuk sekitar 4,6 milyar tahun yang lalu. Bumi
merupakan planet dengan urutan ketiga dari sembilan planet yang dekat dengan matahari.
Jarak bumi dengan matahari sekitar 150 juta km, berbentuk bulat dengan radius ±
6.370 km. Bumi merupakan satu-satunya planet yang dapat dihuni
oleh berbagai jenis mahluk hidup. Permukaan bumi terdiri dari daratan dan
lautan. Secara struktur, lapisan bumi dibagi menjadi tiga bagian, yaitu sebagai
berikut:
1.
Kerak bumi (crush)
Kerak Bumi atau Crush merupakan kulit bumi bagian luar (permukaan bumi). Tebal lapisan kerak bumi mencapai 70 km dan merupakan lapisan batuan yang terdiri dari batu-batuan basa dan masam. Lapisan ini menjadi tempat tinggal bagi seluruh mahluk hidup. Suhu di bagian bawah kerak bumi mencapai 1.100 oC. Lapisan kerak bumi dan bagian di bawahnya hingga kedalaman 100 km dinamakan litosfer.
Kerak Bumi atau Crush merupakan kulit bumi bagian luar (permukaan bumi). Tebal lapisan kerak bumi mencapai 70 km dan merupakan lapisan batuan yang terdiri dari batu-batuan basa dan masam. Lapisan ini menjadi tempat tinggal bagi seluruh mahluk hidup. Suhu di bagian bawah kerak bumi mencapai 1.100 oC. Lapisan kerak bumi dan bagian di bawahnya hingga kedalaman 100 km dinamakan litosfer.
2. Selimut atau selubung (mantle)
Selimut atau selubung (mantle) merupakan lapisan yang terletak di bawah lapisan kerak bumi. Tabal selimut bumi mencapai 2.900 km dan merupakan lapisan batuan padat. Suhu di bagian bawah selimut bumi mencapai 3.000 oC.
Selimut atau selubung (mantle) merupakan lapisan yang terletak di bawah lapisan kerak bumi. Tabal selimut bumi mencapai 2.900 km dan merupakan lapisan batuan padat. Suhu di bagian bawah selimut bumi mencapai 3.000 oC.
3. Inti bumi (core)
Inti bumi (core) yang terdiri dari material cair, dengan penyusun utama logam besi (90%), nikel (8%), dan lain-lain yang terdapat pada kedalaman 2900 – 5200 km. Lapisan ini dibedakan menjadi lapisan inti luar dan lapisan inti dalam. Lapisan inti luar tebalnya sekitar 2.000 km dan terdiri atas besi cair yang suhunya mencapai 2.200 oC. inti dalam merupakan pusat bumi berbentuk bola dengan diameter sekitar 2.700 km. Inti dalam ini terdiri dari nikel dan besi yang suhunya mencapai 4.500 oC.
Inti bumi (core) yang terdiri dari material cair, dengan penyusun utama logam besi (90%), nikel (8%), dan lain-lain yang terdapat pada kedalaman 2900 – 5200 km. Lapisan ini dibedakan menjadi lapisan inti luar dan lapisan inti dalam. Lapisan inti luar tebalnya sekitar 2.000 km dan terdiri atas besi cair yang suhunya mencapai 2.200 oC. inti dalam merupakan pusat bumi berbentuk bola dengan diameter sekitar 2.700 km. Inti dalam ini terdiri dari nikel dan besi yang suhunya mencapai 4.500 oC.
Gambar 3. Struktur Lapisan Bumi
Berdasarkan susunan kimianya, bumi dapat dibagi menjadi empat bagian,
yakni bagian padat (lithosfer) yang terdiri dari tanah dan batuan; bagian cair (hidrosfer) yang terdiri dari berbagai
bentuk ekosistem perairan seperti laut, danau dan sungai; bagian udara (atmosfer) yang menyelimuti seluruh
permukaan bumi serta bagian yang ditempati oleh berbagai jenis organisme (biosfer).
Keempat komponen tersebut berinteraksi secara aktif satu sama lain, misalnya dalam siklus biogeokimia dari berbagai unsure kimia yang ada di bumi, proses transfer panas dan perpindahan materi padat
F. Bagaimana Gunung Terbentuk
Keempat komponen tersebut berinteraksi secara aktif satu sama lain, misalnya dalam siklus biogeokimia dari berbagai unsure kimia yang ada di bumi, proses transfer panas dan perpindahan materi padat
F. Bagaimana Gunung Terbentuk
Dari awal
kehidupan, manusia telah melihat gunung, laut dan daratan, mereka terkagum
bagaimana hal itu terbentuk. Mengapa ada gunung di Alaska dan tidak di Iowa?
Mengapa laut dan benua ada? Beberapa hipotesis berbeda disusun 200 tahun dimasa
lalu untuk menjawab pertanyaan ini tetapi kita hanya memperkirakan lima. Pada
satu waktu atau yang lain, setiap dari lima hipotesis tersebut diterima oleh
ilmu pengetahuan secara umum atau dapat memuaskan public. ada
beberapa hipotesis yang di uji untuk proses terbentuknya bumi yaitu :
1.
Hipotesis 1-statis bumi
Hipotesis bahwa bumi statis menjadi pembicaraan masyrakat
umum tentang pembentukan gunung selama bertahun-tahun sebelum
pengembangan Doktrin uniformitarianisme. Hipotesis ini menyatakan bahwa bumi
yang kita lihat sekarang ini tidak terlalu berbeda dengan awal diciptakannya.
Terbentuknya gunung-gunung merupakan penciptaan yang sama dengan yang ada
sekarang sebagaimana mangkuk laut, benua, danau, dan sungai. Erosi telah
merubah Wahana dirgantara super menurunkan ketinggian pegunungan, mengandung
pasir endapan lumpur dan kerikil yang dibawa oleh angin, sungai, dan
gletser yang telah mengisi beberapa dataran rendah , tetapi dalam lingkup
keseluruhan sejarah bumi,ini berada pada perubahan yang signifikan. Beberapa
penganut hipotesis ini percaya bahwa Alkitab menggambarkan penciptaan dunia
secara akurat, dan untuk alasan ini hipotesis ini juga dikenal sebagai
hipotesis kristianis.
2.
Hipotesis 2- memperluas bumi.
Setelah uniformitarianisme digunakan untuk mempelajari
sejarah bumi, sejumlah hipotesis yang dikembangkan diterima secara
perlahan-lahan tapi terus merubah planet menjadi lebih banyak dari semula
(planet yang awalnya hanya satu). Fosil Marine ditemukan di bebatuan di puncak
tertinggi di Pegunungan Alpen, hal ini menunjukkan bahwa dasar laut telah dihancurkan
dan terangkat menjadi puncak gunung. Kreasionis menyatakan bahwa fosil adalah
hasil dari banjir Nabi Nuh, tetapi uniformitarianists menyatakan bahwa
perubahan ekstrim seperti ini biasanya berlangsung secara perlahan karena
sebagian besar merupakan proses geologi.
3. Hipotesis 3- bumi berdenyut
Beberapa geolog berpikir bahwa mereka telah mendeteksi bukti
di seluruh dunia baik perluasan dan kontraktraksi. Mereka mengembangkan
bentuk bumi yang berdenyut yang mengombinasikan antara hipotesis bumi
yang mengembang dan bumi yang menyusut . sesuai dengan bentuk ini, bumi
mengalami dua periode berbeda yaitu berkembang dan menyusut seperti denyut
jantung. Jika mengembang dan menyusut dihubungkan pada pemanasan dan
pendinginan di seluruh bumi, sebuah sejarah yang sangat lengkap mengenai suhu
diperlukan bumi. Panas harus dibuat secara periodic kemudian dilepaskan.
4. Hipotesis 4- Lempeng tektonik
bumi.
Gambar 4. Lempeng lithosfer bumi
Pada abad kedua puluh telah terlihat sebuah revolusi dalam
geologi. Teknologi canggih telah memungkinkan ahli geologi untuk mempelajari
dasar samudera, gravitasi bumi dan gaya magnet bumi, serta batuan dengan
cara-cara di mana Hutton tidak bisa bermimpi. Data yang baru dan mengejutkan
sudah pasti mempunyai persamaan baru dan hipotesis yang mengejutkan, “hipotesis
lempeng tektonik” yang telah berkembang hanya dalam 20 tahun terakhir.
Menurut bentuk lempeng tektonik, permukaan bumi relatif
terdiri dari material yang keras yang dikenal sebagai lempeng lithosfer .
Beberapa lempeng ini sangat besar. Lempeng Amerika Utara memanjang dari
tengah-tengah Samudera Atlantik ke Pasific, terdiri dari lautan dan benua.
Semua lempeng dapat bergerak dengan bebas dan dengan bebas melintasi bumi.
Lempeng -lempeng itu bergerak sebagian,bertumbukan bersamaan atau bergesekan
satu dengan yang lain dan dalam prosesnya lempeng-lempeng itu membentuk
pegunungan.
REFERENCE
Thompson and Turk. 1997. Introduction to Physical Geology. Thomson Cole, Salt Lake.
Djauhari,Noor.2006.Geologi
Lingkungan.Graha Ilmu:Yogyakarta
Ludman & Alan.1982.Physical Geology.McGraw-Hill: USA
Lutgen,Fredick K & Edward J.Tabruck.Essentials of Geology Ninth Edition.Upper Saddle River,New Jersey





Tidak ada komentar:
Posting Komentar