Selasa, 27 September 2016

STRUKTUR INTERIOR BUMI



STRUKTUR INTERIOR BUMI

Interior Bumi
Bumi berbentuk seperti bola yang besar jari-jari dari kutub ke inti dan ekuator ke inti berbeda. Bumi memiliki interior bawah permukaan dengan lapisan-lapisan yang bervariasi sampai ke pusat bumi. Bumi memiliki densitas dengan persebaran yang bervariasi di segala tempat. Permukaan bumi tidak rata melainkan bertopografi yang bervariasi. Keberadaan gunung-gunung merupakan contoh kecil yang menunjukkan permukaan bumi tidak rata. Kesetimbangan sistem gunung pada pada posisinya (sehingga dapat bertahan kokoh) disebabkan oleh adanya isostasi. Isostasi adalah suatu kesetimbangan antara batuan-batuan berat dan ringan dalam kerak bumi. Istilah isostasi diciptakan oleh ahli geologi, C.E. Dutton.
Dengan seismologi, manusia dapat memperkirakan lapisan bawah permukaan bumi. Dengan melihat karakteristik gelombang, interior bumi dapat diketahui. Gelombang yang dihasilkan oleh gempa bumi, misalnya gelombang P yang bisa melewati segala medium dan gelombang S yang hanya bisa melewati medium dalam fase padat.

Gambar 1. Fase-Fase yang Dilewati Gelombang Badan (Sumber: indiana.edu)
Struktur internal bumi secara umum dibagi menjadi sebagai berikut:
  1. Kerak
    Kerak bumi merupakan lapisan teratas bumi. Kerak bumi dibagi ke dalam dua jenis, yaitu kerak benua dengan ketebelan sekitar 20-70 km dan kerak samudera dengan ketebalan sekitar 5-10 km. Kerak samudra mempunyai ketebalan sekitar 5-10 km sedangkan kerak benua mempunyai ketebalan sekitar 20-70 km. Semakin ke bawah, suhu kerak semakin meningkat. Pada batas terbawahnya temperatur kerak menyentuh angka 200º-400ºC. Kerak dan bagian mantel yang relatif padat membentuk lapisan litosfer.
  2. Mantel
    Di bawah kerak, terdapat mantel atau selubung bumi. Lapisan ini menyelubungi inti bumi dan merupakan bagian terbesar dari bagian bumi sekitar 83.2 persen dari volume dan 67.8 persen dari keseluruhan masa bumi. Terdiri dari material yang berfase cair, sering pula selubung bumi disebut sebagai lapisan astenosfer. Pada lapisan ini tempat terjadinya pergerakan-pergerakan lempeng-lempeng yang disebabkan oleh gaya konveksi atau energi dari panas bumi. Pergerakan tersebut sangat mempengaruhi bentuk muka bumi. Mantel memiliki ketebalan sekitar 2.883 km dengan densitas berkisar 3,3 gr/cc – 5,7 gr/cc yang meningkat seiring bertambahnya kedalaman.
  3. Inti
    Inti bumi terletak mulai kedalaman sekitar 2900 km dari dasar kerak bumi sampai ke pusat bumi. Inti bumi dibagi menjadi inti bumi bagian luar yang berfase cair dan inti bumi bagian dalam yang berfase padat. Batas antara selubung bumi dan inti bumi ditandai dengan penurunan kecepatan gelombang P secara drastis dan gelombang S yang tidak diteruskan. Keadaan ini disebabkan karena meningkatnya berat jenis material penyusun inti bumi dan perubahan sifat meterialnya dari yang bersifat padat menjadi bersifat cair.
Gambar 2. Interior Bumi (Sumber: http://facweb.bhc.edu)
Preliminary Reference Earth Model (PREM)
Preliminary Reference Earth Model (PREM) adalah model satu dimensi yang mempresentasikan besaran-besaran rata-rata bumi sebagai fungsi jari-jari bumi. Besaran-besaran bumi tersebut, antara lain: elastisitas, atenuasi, densitas, tekanan, dan gravitasi. PREM dikembangkan oleh Adam M. Dziewonski dan Don L. Anderson. Model bumi ini terus ditingkatkan resolusinya dan keakuratannya. Hal ini disebabkan oleh bumi yang terus mengalami dinamika dan tidak statis.

Gambar 3. PREM (Sumber: http://slideplayer.com)

REFERENCE
:

Muhammad Ali Imran Z – Geofisika UGM 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar